Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Juli 2012

3 Years ago #1



Apakah kamu masih ingat tentang peristiwa tiga tahun lalu bersamaku? Pagi itu kau menggenggam erat tanganku dan berlutut dihadapanku kemudian kau ucapkan kata-kata janji yang telah kuyakini saat itu juga. Tapi itu telah sirna ketika kau mulai berdusta dengan kata-katamu. Ya, kau memang sayang dan cinta terhdapku, tapi apakah aku rela membagi rasa itu untuk wanita lain? Maaf untuk hal satu ini, aku takkan bisa. Apakah kau memiliki rasa empati sedikit saja terhadap orang lain termasuk diriku yang kau cinta? Apakah kau tak takut karma setelah kau membuatku meringis kesakitan akan ulahmu?

Jumat, 18 Mei 2012

Hidup Sangatlah Ramai #Setetes Air Susu


Ringkasan Cerita: Seperempat tahun saja aku sudah mengalami sengsaranya hidup ini. Apakah hidupku akan lebih ramai oleh kesengsaraan ya Tuhan?  Setetes air susu pun sulit ku dapatkan. Tuhan, tolong berkahi hidupku dan keluargaku.

Minggu, 06 Mei 2012

Hidup Sangatlah Ramai #Ketika Aku Terlahir




Ringkasan Cerita: Aku terlahir dengan situasi yang mungkin orang lain tak rasakan. Tempat dan situasi yang tak layak. Aku lahir di rumah kumuh tepatnya di kamar mandi, di saat orang-orang dewasa tengah terlelap dalam tidurnya.

Sabtu, 07 April 2012

Rancu.!




Seperti biasa malam ini aku duduk dengan secangkir cappucino panas dan ditemani pula sebuah novel. Kegiatan ini yang sering kulakukan untuk me-refresh pikiran akan alur hidup yang rumit. Cappucino dan novel dua hal yang penting dari hidupku. Seketika, aku teringat akan kalimat yang sering terucap dari bibirmu. 

"Besok aku temuin kamu ya."

Sabtu, 25 Februari 2012

Maafkan Ibu Nak

Uh baby pink
     Anakku lahir bulan Mei tahun lalu dengan lahir prematur. Suamiku seorang pengangguran, dan aku juga mempunyai dua orang anak lagi yang masih bersekolah. Rumahku adalah rumah tua sepeninggalan orang tuaku. Rumah lapuk, bewarna kusam, dan pintu reok. Tiap hari aku menghidupi keluargaku dengan uang seadanya. Jika uang tak ada terkadang aku mengemis meminta kepada saudara-saudaraku. Aku melahirkan si bungsu di kamar mandi rumahku yang tak berpintu. Suamiku memanggil keluarga yang kebetulan bersebelahan dengan rumahku. Dia memanggil bidan yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Karena kedua orang tuaku sudah tiada, saudara kandungku di luar kota, akhirnya tanteku setia menemaniku dalam proses melahirkan ini.

Senin, 20 Februari 2012

One Thousand Miles


Ingatkah kau saat kita disana?
Lima jam kau habiskan waktu hanya denganku
Tawamu, candamu, celotehmu
Sangat sukar hilang dari ingatanku
Bagaimana tidak?
That's when we first meet

Selasa, 24 Januari 2012

Berserah


Dingin malam menusuk tulang-tulangku. Ku nyalakan keran tuk berwudhu, berniat dalam hati tuk mengadu padaMu. Ku basuh semua hampir sempurna, tak lupa ku berdoa. Sejadah sudah tergelar, mukenah nan lembut sudah kukenakan. Bismillah. Bersujud padaMu adalah kewajibanku Allah. Ingin sekali ku berada di dekapMu. Mendengar seluruh aduanku tentang ujian hidup. Saat bersujud di hadapanMu, air mata ini terus mengalir deras akan bebanku selama ini. Kau tahu sesuatu ya Allah? Aku letih dengan semua ini, Apakah tak ada jalan keluar untukku? Apakah aku terus tersesat di hamparan gelap gulita ini? Tunjukkan aku cahaya abadiMu itu agar aku jauh dari hamparan buta ini. Mengadu padaMu membuat hati ini tenang. Ku angkat kedua telapak tanganku berdoa agar Engkau mendengar semua aduanku dan permintaanku.

Jumat, 25 November 2011

Yang Tak Pernah Berlalu

Matahari belum juga muncul, namun aku sudah sibuk bersiap-siap. Memiliki tempat tinggal di Bogor namun menuntut ilmu di ibukota membuatku terpaksa menjalani rutinitas seperti ini, pergi ke stasiun kereta saat sebagian besar orang masih terlelap. Seperti biasa, aku menggunakan Commuter Line dan berhenti di stasiun Manggarai sebelum akhirnya sampai di kampus.

Dengan novel berjudul “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” di tangan kiri, aku berusaha mencari tempat duduk yang cukup nyaman untuk membaca. Untunglah, kereta belum begitu penuh pagi itu.

Belum sempat aku menikmati nyamannya tempat duduk, seorang ibu masuk ke dalam kereta. Tidak sendiri, ia membawa serta kedua anaknya yang masih teramat kecil. Spontan saja, aku berdiri mempersilakan mereka untuk memakai bangkuku, sementara aku berdiri di dekat mereka. Beruntung, ada penumpang yang turun sehingga aku bisa duduk kembali.

Kamis, 24 November 2011

Full Bad Days in Jakarta

    Fasilitas di Indonesia emang kurang memadai dan ancur banget sistemnya. Kalau fasilitasnya bagus eh malah di rusak-rusakin ama tangan brutal. Kalau gue lebih miris banget ama KRL (Kereta Listrik Jabodetabek), secara gue tiap hari pake nih kendaraan buat ke kampus. Dan baru kemarin titik jenuh gue nyampe puncak pas mau naik KRL. Gini nih kronologisnya. Gue pulang dari kampus mau ke stasiun Manggarai jam 5an tapi ternyata macet kesananya karena ujan dan pas banget jam pulang kerja. dan untung gue dipinjemin ama Mega temen gue huhu baik sekali. Gue nyampe stasiun udah mau magrib. Gue udah beli tiket dan duduk manis nungguin kereta sambil ngeringin payung ama celana serta sepatu gue. Dan ini bener-bener paling lama gue nungguin kereta ampe jam 8an pun juga ga ada.

Minggu, 13 November 2011

Commuter Line Bogor-Manggarai


Setelah gue luamyan lama naik commuter line buat ke kampus banyak banget cerita yang bikin luluh, ngeri, ampe bikin emosi. Banyak hal-hal baru yang gua pelajarin dari sini. Kita negara Indonesia ga luput dari kemiskinan. Pengemis dimana-mana orang berlalu-lalang buat ngedapetin rejeki. Berjualan dari pagi buta sampe larut malem. Muka lusuh mereka ga ngalahin semangatnya hanya buat makan. Kita sebagai orang yang terbilang mampu takjub banget dan inilah kita patut bersyukur dengan apa yang udah di kasih ama Allah.

kalau kuliah jam 07.30 gua berangkat dari rumah jam lima terus gua naek commuter line tujuan tanah abang yang berangkat jam 05.30. Sebelum berangkat pagi buta udah banyak banget yang jualan berlomba-lomba nyari keuntungan. Ada yang jualan gorengan ama kue basah, aqua, masker ama tissue, apalagi penjual koran, di tambah lagi banyak baget pengemis yang rata-rata cacat dan udah lansia.

Sabtu, 12 November 2011

Internet Bak Pacar

Internet itu ibu, sahabat, atau mungkin pacar bagiku. Soalnya, dia selalu menemaniku ketika aku membutuhkannya untuk mengerjakan tugas, refreshing, bisa ketemu dengan teman-teman lama. Dan, aku punya cerita yang seru tentang internet. Jadi, selama enam tahun ini bener-bener lose contact sama teman-teman sd. Dan ketika itu, berkat internet dan facebook membuatku Xlangkah lebih maju bisa bertemu dengan teman kecilku. Pas salah satu teman kecil nge-add aku, akunya langsung tergirang-girang dan makin cinta ama inernet. Bisa dibayangin kalau internet ga ada. Aku ngerjain tugas gimana?? nalar gitu? ga mungkinlah, terus kurang bersosialisasi dong, terus lagi ga gaul dan ga up to date ama apa yang terjadi di dunia ini. Internet ngebuat aku Xlangkah lebih maju, lebih tepatnya, bukan selangkah aja tapi udah jauh dari masa jebot.

Kita sebagai pengguna harus menggunakan internet tuh secara positif. Tapi sekarang banyak banget penggunanya ngelakuin hal-hal yang ga pantas. Misalnya, masukin video porno, gambar-gambar senonoh, bahkan sempat memeprdebatkan pebedaan keyakinan. Parah  banget kan. Nah ini dia efek dari penggunaan internet. Mempositifkan dari fungsinya menjadi Xlangkah kebih maju bukannya malah mundur. Ngancurin dan ngedoktrin otak-otak segar menjadi otak maksiat.

Kamis, 14 Juli 2011

Personal Taste

Park Gae-in dan Jeon Jin Ho

Personal taste adalah sebuah film seri drama korea yang kalau ga salah dirilis tahun 2010. Termasuk dalam film ber-genre romance dan comedy. Diperankan oleh Son ye jin, Lee min ho, Kim ji suk, Wang ji, Choi eun, Im seul ong, Jo eun ji, Bong tae kyu, Jung sung hwa, Ryu seung ryong, Park hae mi, Ahn suk hwan, dan Jang won young sebanyak 16 episode. Dalam film ini Son ye jin berperan sebagai Park kae in, seorang wanita berprofesi sebagai furniture designer. Dan Lee min ho berperan sebagai Jeon jin ho, seorang pria yang berpura-pura sebagai homo berprofesi sebagai arsitektur. Demi proyeknya Jeon jin ho menyewa kamar di rumah Park kae in anak dari dosen Du seorang arsitektur. Jeon jin ho demi ingin tinggal di rumah Park kae in ia, berpura-pura sebagai seorang homoseksual. Ia sangat rajin dan cinta akan kebersihan sangat bertolak belakang dengan kehidupan Park kae in wanita ceroboh dan jorok ini selalu cuek dalam hal berpenampilan dan kebersihan rumahnya, masak pun tak bisa. Park kae in yang khianati oleh pacarnya Han chang ryul hampir menikahi sahabat Park kae in sendiri yaitu, Kim In Hee sangat ingin berubah menjadi wanita normal dengan pakaian yang anggun dan cantik, akhirnya ia meminta tolong kepada Jeon jin ho. Jeon jin ho pun setuju, ia mengajari Park kae in memasak, membersihkan rumah, tata berpakaian dan makan, tata berjalan dengan baik dll.   

Jumat, 06 Mei 2011

My Big Dream

Siang hari yang panas, Clara duduk sendiri memegang pensil dan buku sketsanya dan memulai menggambar. Alhasil, sketsa yang dibuatnya sangat bagus tidak heran kalau mama, adiknya, bahkan teman-temannya selalu meminta tolong untuk membuat sketsa busana yang akan dikenakan. Walaupun ia pemula dan karyanya tidak sehebat Anne Avantie, Adjie Notonegoro, bahkan Susan Budihardjo menurutnya, kemampuan dan kemauan yang ia miliki akan terus berkembang. Clara akan terus menggali ilmu menggambarnya, dari sketsa yang asal-asal hingga sketsa di dalam bukunya terbilang cukup meningkat. Clara tidak hanya lihai pada buku dan pensilnya saja tetapi ia lihai juga di dalam dapur. Bahkan, ia mengajari teman-temannya memasak dan membuat kue ketika liburan. Suatu hari ia membuat kue ulang tahun untuk sahabatnya dengan seorang diri. Ia sangat sibuk hingga senja datang, dapur berantakan dan aroma kue tercium hingga ke tetangganya.
“Kamu daritadi ngegambar ya? kirain mama kamu lagi tidur.”
“Hah? ga ko, iya daritadi ngegambar doang.” Jawab Clara singkat.
“Oh iya, kamu sebentar lagi kan kuliah, kamu mau masuk mana?” Tanya mama sambil duduk di tempat tidur milik Clara.
“Pengennya sih masuk design fashion ma tapi, kayanya mahal banget deh.” Jawab Clara dengan tampang yang putus asa.
“Ya udah kamu gambil jurusan itu aja, masalah biaya itu belakangan yang penting kamu tahun ini kuliah. Kalau kamu ga kuliah kamu harus kursus inggris ya. Emang tempatnya di mana?”
“Ga tau deh, nanti aku cari info-infonya deh. Jadi boleh nih ma?” Tanya Clara dengan tampang gembira.
“Ya kalau kamu mau kenapa ga? nanti mama langsung ke tempatnya aja mau ngeliat-liat juga.”
“Oke deh mom.” kata Clara sambil tersenyum kepada mamanya.
Ketika usai menggambar Clara dengan segera menyalakan laptopnya untuk mencari info demi cita-cita besarnya itu terwujud. Ia pun langsung mendapatkan contact personnya beserta alamat yang harus dituju. Dengan penuh semangat Clara langsung memanggil mamanya.
“Oh alamatnya disitu, mama tahu ko semoga aja minggu ini bisa kesana kalau mama ga sibuk ya.” kata mamanya sambil mencatat alamat di selembar kertas.
“Asik, haha makasih ya ma.” kata Clara dengan ceria.
 “Ada apaan sih?” Tanya papanya.
“Ini pa aku lagi nyari-nyari info design fashion tempatnya di mana.” Jawab Clara yang sedang sibuk dengan laptonya.
“Kamu mau ngambil design fashion?” Tanya papanya heran.

Find this blog

Followers